Monday, 1 April 2019

English Task 1-4


TASK 1
Directions: The first type of question consists of incomplete sentences, with a blank line showing where information is to be filled in. Choose the word or phrase that most correctly completes the sentence. The second type of question consists of sentences with four underlined words or phrases. Choose the one word or phrase that is incorrect in standard written English. Explain your reason of choosing the correct answer.

1. The rain forest, __________ large trees that provide shade to the vegetation below, is home to unique flora and fauna.
A. has
B. with its
C. and
D. although has


Reason : use with its because there is a comma between forest and is home, so it becomes an explanatory sentence and cannot use the subject.

2. Despite the polar bear’s tremendous weight and height, __________ of sprinting at tremendous speed.
A. it is capable
B. is capable
C. it is able
D. ability


Reason : use capable because that is adjectives + prepositions followed by gerund (verbs as complements).

3. Having multiple sclerosis has diminished Mr. Wilson’s physical condition, but his ability to maintain a positive attitude and continue working an inspiration.

Reason : working an is a wrong sentence because there is no verb between the first clause and the second clause. the verb used should be / was inspiration.

4. The huge increase in popularity of specialty coffees contribution to the success of Starbucks, Barney’s and other coffee purveyors.

Reason : contribution is a wrong sentence. the sentence requires a verb that is has contributed.

5. Patients on Interferon are advised __________, so that they can sleep through the night without noticing the flu-like symptoms that are characteristic of the drug.
A. just before going to sleep to inject themselves
B. to inject themselves just before going to sleep
C. to inject just before going to sleep themselves
D. injecting themselves just before going to sleep

Reason : advice is a sentence followed by to infinitive, not gerund. the sequence of sentences is s + v + complement + modifier.

6. After it had conclude work on the budget, the legislature adjourned until the next session.

Reason : conclude is a wrong sentence. because past perfect has the structure of had + v3 (concluded).

7. Even when awarded a scholarship, a student generally must still paying for books, living expenses, and other costs.

Reason : paying is the wrong word because after modals is used verb 1 (pay).

8. The U.S. government, along with a number of states, is fight a protracted legal battle with tobacco companies in order to obtain relief for the huge medical costs caused by smoking.

Reason : should use verb + ing (fighting).

9. The leaders of the two countries __________ an agreement to avoid future conflicts.
A. have recently reach
B. recently reach
C. have reached recently
D. have recently reached


Reason : Use have recently reach because it is Present Perfect Tenses.

10. The teachers are expecting to call tomorrow a meeting in order to review the disciplinary problems.

Reason : tommorow a meeting is the wrong word. A meeting tomorrow should be used due to the formula s + v + complement(meeting) + modifier (tomorrow).

Task 2
Directions: The first type of question consists of incomplete sentences, with a blank line showing where information is to be filled in. Choose the word or phrase that most correctly completes the sentence. Explain your reason of choosing the correct answer.

1. The oncologist studied the results of the biopsy and decided __________ additional tests.
A. should order
B. to order
C. he should ordering
D. ordering

Reason : use to order because it is verbs that are always followed by infinitive (verb as complements).

2. Knowing how to repair and install computer networks __________ Melissa a great advantage in her job, because she is the only person in the company with that knowledge.
A. have given      B. given               C. giving              D. has given

Reason : use has given because it is present perfect tense and knowing is a gerund sehingga verb yang tepat adalah has given.

Task 3
Directions: Correct the sentence. Explain your reason of choosing the correct answer.

3. The disagreement is between we.

Reason : the right sentence is “the disagreement between you and me” because us is an object pronoun.

4. She is known for herself contributions to art.

Reason : the right sentence is “she is known for her contributions to art” because possessive adjectives should be used.

5. After a difficult ordeal, her and Robert felt great relief.

Reason : the right sentence is “after a difficult ordeal, she and robert felt great relief”. the subject pronoun should be used to replace the subject from the clause.

Sunday, 31 March 2019

Dampak Hoaks Terhadap Masyarakat

sumber : www.smartekselensia.net

Hoax atau informasi palsu merupakan bagian dari serangan siber atau lebih dikenal dengan cyber crime yang bertujuan untuk membuat informasi ataupun keadaan seolah-olah benar adanya. Serangan siber sendiri terbagi menjadi 4 kategori : serangan fisik, serangan logic, serangan budaya, dan serangan informasi. Hoax atau informasi palsu yang termasuk kategoti serangan informasi. Serangan informasi bertujuan untuk membentuk opini publik mengenai sesuatu atau seseorang yang dilakukan dengan produksi hoax dan propaganda.

Dilansir oleh detik.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis data 10 konten hoaks yang paling berdampak sepanjang 2018.
1.             Hoaks Ratna Sarumpaet
Pemberitaan penganiayaan Ratna Sarumpaet oleh sekelompok orang pertama kali beredar dalam Facebook tanggal 2 Oktober 2018 di akun Swary Utami Dewi. Unggahan itu disertai tangkapan layar (screenshoot) aplikasi pesan WhatsApp yang disertai foto Ratna Sarumpaet.
Konten tersebut kemudian diviralkan melalui Twitter dan diunggah kembali serta dibenarkan beberapa tokoh politik tanpa melakukan verifikasi akan kebenaran berita tersebut.
Setelah ramai diperbincangkan, konten hoaks ditanggapi Kepolisian yang melakukan penyelidikan setelah mendapatkan tiga laporan mengenai dugaan hoaks pada pemberitaan tersebut.

2.             Hoaks Gempa Susulan di Palu
Beredarnya broadcast konten melalui Aplikasi Whatsapp tentang gempa susulan di Palu. Dalam pesan berantai tersebut tertulis bahwa Palu dalam keadaan siaga 1. Informasi tersebut disebutkan bahwa terdapat seorang yang bekerja di BMKG ketika selesai memeriksa alat pendeteksi gempa. Pesan tersebut menyebutkan bahwa akan terjadi gempa susulan berkekuatan 8.1 SR dan berpotensi tsunami besar.
Setelah kabar tersebut beredar, Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui akun media sosial mengonfirmasi faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti.
3.             Hoaks Penculikan anak
Hoaks penculikan anak beredar di media sosial media seperti Facebook, Twitter dan Whatsapp. Di Twitter hoaks yang beredar menyatakan pelaku penculikan anak tertangkap di Jalan Kran Kemayoran, Jakarta Pusat.
Hal itu langsung dibantah Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar yang mengatakan jika kabar penangkapan pelaku penculikan tersebut tidak benar. Ia mengatakan jika laki-laki yang terdapat dalam video tersebut adalah seorang tukang parkir yang mengidap gangguan jiwa. Tidak hanya di Kemayoran, di beberapa daerah juga beredar hoaks serupa dengan tambahan ilustrasi gambar yang bervariasi.

4.             Hoaks Konspirasi Imunisasi dan Vaksin
Imunisasi tak jarang mendapatkan penolakan dari beberapa kelompok masyarakat karena adanya informasi yang tidak lengkap tidak benar atau hoaks. Salah satu hoaks tentang vaksin imunisasi yang cukup viral adalah isu konspirasi penyebaran virus atau penyakit melalui vaksin. Dikabarkan vaksin yang digunakan imunisasi mengandung sel-sel hewan, virus, bakteri, darah, dan nanah.
Isu yang tidak benar itu menimbulkan dampak yang luar biasa terhadap stigma masyarakat Indonesia tentang Imunisasi. Imbasnya masyarakat menjadi ragu bahkan takut untuk memberikan imunisasi pada anak-anak mereka.

5.             Hoaks Rekaman Black Box Lion Air JT610
Kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan laut Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) menjadi isu yang banyak diperbincangkan di berbagai ruang publik dan media sosial. Bersamaan dengan itu bermunculan pula berbagai isu meliputi berita, foto dan video yang disinformasi bahkan hoaks terkait peristiwa jatuhnya pesawat tersebut.
Salah satunya beredar pula video di platform youtube yang diunggah oleh channel Juragan Batik Reborn pada tanggal 29 Oktober 2018 dengan judul "LION AIR JT610 tersebut Mengerikan Hasil Rekaman BLACK BOX". Video tersebut bukan isi rekaman dari blackbox Lion Air JT610 akan tetapi tanggapan seseorang terkait video MAP detik-detik Lion AIr JT610 hilang kontak. Sehingga judul konten tersebut tidak sesuai dengan isinya dapat dikategorikan sebagai konten disinformasi/Hoaks.
Adapun Black box Lion Air JT 610 ditemukan oleh Tim SAR TNI AL yang dipimpin oleh Panglima Komando Armada I Laksamana Muda Yudo Margono. Kotak yang berisi informasi penerbangan ini ditemukan pada kedalaman 30 meter pada Kamis, 01 November 2018 pukul 10.15 WIB.

6.             Hoaks Telur Palsu atau Telur Plastik
Pada awal 2018 masyarakat Indonesia digegerkan dengan berita hoaks mengenai telur palsu atau telur plastik yang beredar di pasar tradisional dan supermarket. Berbagai foto dan video terkait proses pembuatan telur palsu banyak di unggah di youtube dan media sosial. Bahkan beberapa mengatakan bahwa telur-telur itu diproduksi dari negara Cina.
Isu tersebut juga merugikan peternak ayam petelur dan para penjual telur. Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan Mabes Polri bergerak dan turun langsung ke lapangan guna menyikapi beredarnya berita-berita mengenai telur palsu tersebut yang ternyata hanya hoaks.

7.             Hoaks Penyerangan Tokoh Agama Sebagai Tanda Kebangkitan PKI
Hoaks tentang kebangkitan PKI sebenarnya bukanlah isu baru. Tapi isu ini menjadi makin viral di tahun 2018, seiring dengan dinamika politik Indonesia. Beberapa kejadian seolah dikaitkan dengan kebangkitan PKI. Pada awal 2018 terjadi kasus pemukulan terhadap seorang kyai atau tokoh agama. Setelah tertangkap pelakunya ternyata adalah orang gila.
Beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab menarasikan kejadian tersebut sebagai tanda-tanda kebangkitan PKI. Isu itu menimbulkan keresahan masyarakat. Pasalnya keberadaan PKI pernah menjadi catatan sejarah kelam di Indonesia. Kebanyakan masyarakat Indonesia tidak ingin partai komunis yang telah lama dibubarkan itu bangkit kembali.

8.             Hoaks Kartu Nikah Dengan 4 Foto Istri
Kementerian Agama resmi menerbitkan kartu nikah bagi pasangan suami-istri untuk efisiensi dan akurasi data, beredar viral di media sosial sebuah gambar kartu nikah berwarna kuning dengan logo Kementerian Agama. Dalam kartu tersebut tercantum empat kolom istri dan satu kolom suami lengkap dengan kolom nama dan tanggal pernikahan di masing-masing kolom istri.
Adapun bentuk kartu nikah yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, memiliki warna dasar hijau dengan campuran kuning. Bagian atas kartu bertuliskan kop Kementerian Agama. Di bagian tengah terdapat tiga kotak. Dua kotak di bagian atas untuk foto pasangan pengantin, sementara kotak bagian bawah akan diisi kode batang atau barcode yang jika dipindai akan muncul data-data lengkap tentang peristiwa nikah pemiliknya.

9.             Hoaks Makanan Mudah Terbakar Positif Mengandung Lilin/Plastik
Pada awal 2018 muncul isu adanya zat berbahaya dalam serbuk sebuah merk minuman kopi sachet. Hal itu ramai diperbincangkan setelah adanya unggahan video seseorang menebarkan serbuk kopi tersebut ke api yang membuat nyala api makin besar dan menyambar.
BPOM, melalui situs resminya memberikan penjelasan bahwa hal tersebut tidak dapat dibenarkan. Pasalnya, semua produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon) serta mengandung lemak/minyak dengan kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori, seperti kerupuk, crackers, dan makanan ringan lainnya pasti akan terbakar/menyala jika disulut dengan api.

10.         Hoaks Telepon Disadap dan Chat di WhatsApp Dipantau Pemerintah
Pada awal 2018 beredar berita hoaks melalui broadcast message tentang pemantauan segala aktivitas pengguna ponsel. Bahkan informasi itu menunjukkan pengguna ponsel akan disadap dan dipantau oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). .
Kondisi itu memunculkan pertanyaan masyarakat pengguna jejaring dan media sosial. Kebijakan yang tidak bisa dilacak sumbernya itu meresahkan warganet karena ruang media komunikasi yang dianggap privasi dipantau oleh pemerintah. Tentu saja informasi yang disampaikan itu tidak benar.

Dampak Hoaks bagi masyarakat
Dikutip dari indolinear.com, setidaknya terdapat 4 hal dampak negatif yang dapat ditimbulkan yaitu hoax sebagai pembuang – buang waktu, pengalihan isu, penipuan publik dan pemicu kepanikan sosial.
1.          Pembuang – buang waktu, seperti dikutip dari cmsconnect.com, menyatakan bahwa dengan melihat hoax di sosial media bisa mengakibatkan kerugian bagi individu itu sendiri maupun kelompok di kantor tempat ia bekerja. Hal ini dikarenakan hoax tersebut yang mengakibatkan efek mengejutkan sehingga sangat berpengaruh terhadap produktivitas kelompok di kantor tersebut.
2.       Pengalihan isu. Sebagai contohnya, para penjahat cyber mengirimkan sebuah hoax yang berisikan bahwa telah terjadi kerentanan sistem dalam pelayanan internet. Lalu, para penjahat tersebut akan mengirimkan sebuah tautan berupa link kepada para user atau pengguna yang berisikan saran meng-klik tautan tersebut agar akun pengguna akan terhindar dari kerentanan sistem teresebut. Hoax ini sering dikaitkan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan dan membuat pengalihan isu guna keuntungan diri sendiri.
3.             Ketiga adalah penipuan publik. Jenis penipuan ini biasanya bertujuan untuk menarik simpati masyarakat yang percaya dengan hoax tersebut. (Seperti berita yang pertama tadi) atau salah satu politisi besar yang kemarin dipenjara yang membuat tweet mengenai adanya truk dengan label china dan berisi surat suara yang sudah dicoblos salah satu paslon
4.        Pemicu kepanikan publik. Kepanikan public memuat berita yang merangsang kepanikan khalayak publik, seperti tindak kekerasan atau suatu musibah tertentu. (Seperti gempa palu, vaksin, dsb)

Penanganan Hoaks yang dilakukan pemerintah
Dalam menyikapi hal ini, pemerintah Indonesia terus berupaya memerangi berita palsu yang tersebar di berbagai situs, khususnya di media sosial.
Pada tahun 2017, pemerintah mulai menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI bernama Cyber Drone 9 untuk melacak dan melaporkan situs-situs yang diketahui mempublikasikan berita palsu. Pemerintah menerapkan sistem pemblokiran untuk menertibkan situs dan akun di media sosial yang menyebarkan berita palsu.
Dalam kasus yang lebih serius, pemerintah menggunakan dasar hukum Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) untuk menggiring para penyebar konten berita palsu ke meja hijau.
Pada awal tahun 2018, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dibentuk guna memerangi berita palsu di media sosial, bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan POLRI serta bekerja sama dengan perusahaan teknologi seperti google guna memblokir konten-konten negatif.
Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) juga meluncurkan gerakan Masyarakat Anti Hoaks untuk mengajak seluruh elemen masyarakat waspada terhadap berita palsu
Dari segi pribadi. Mulai membuat stigma masyarakat dengan mengkampanyekan pentingnya membaca sampai tuntas tidak terpancing clickbait atau judulnya saja, menganalisis sesuatu dari kedua sisi, mencek informasi valid atau tidak dengan cek official suatu badan tertentu, dan tidak mudah tersulut emosinya.

Kaitannya dengan Etika dan Profesionalisme
Etika merupakan adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Profesionalisme juga berkaitan dengan komitmen seseorang terhadap suatu profesi. Profesionalisme dalam bermasyarakat yaitu mentaati norma-norma atau adat yang ada serta tidak merugikan pihak lain. Dan bila tidak mentaati norma-norma tersebut, maka akan terkena kode etik profesi. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan, yang dalam hal ini hukuman yang berlandaskan undang-undang dan sebagainya.

SUMBER :

Friday, 5 October 2018

Analisis Risiko

Analisis risiko adalah sebuah teknik untuk mengidentifikasi dan menilai faktor-faktor yang dapat membahayakan keberhasilan sebuah bisnis, program, proyek, atau individu untuk mencapai tujuan. Teknik ini juga membantu menentukan tindakan pencegahan untuk mengurangi kemungkinan faktor itu terjadi dan mengidentifikasi tindakan yang berhasil menangani kendala-kendala yang berkembang.
Analisis risiko merupakan bagian dari manajemen risiko, yang terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut :

- Identifikasi kemungkinan kondisi, peristiwa, atau situasi negatif eksternal dan internal.
Penentuan hubungan sebab-akibat antara peluang kejadian, skalanya, dan kemungkinan dampaknya.
Evaluasi berbagai dampak di bawah asumsi dan probabilitas yang berbeda.
Penerapan teknik kualitatif dan kuantitatif untuk mengurangi ketidakpastian dari dampak dan biaya, kewajiban, atau kerugian.

Standar dan Panduan untuk Audit Sistem Informasi


1.    ICASA
ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi.
ISACA didirikan oleh individu yang mengenali kebutuhan untuk sumber informasi terpusat dan bimbingan dalam bidang tumbuh kontrol audit untuk sistem komputer. Hari ini, ISACA memiliki lebih dari 115.000 konstituen di seluruh dunia dan telah memiliki kurang lebih 70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain auditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. Jaringan ISACA terdiri dari sekitar 170 cabang yang berada di lebih dari 60 negara, termasuk di Indonesia
·         Sifat khusus audit sistem informasi, keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan audit SI memerlukan standar yang berlaku secara global.
·         ISACA berperan untuk memberikan informasi untuk mendukung kebutuhan pengetahuan.
·         Dalam famework ISACA terkait, audit sistem informasi terdapat Standards, Guidelines and procedures.
·         Standar yang ditetapkan oleh ISACA harus diikuti oleh auditor.
·         Guidelines memberikan bantuan tentang bagaimana auditor dapat menerapkan standar dalam berbagai penugasan audit.
·         Prosedur memberikan contoh langkah-langkah auditor dapat mengikuti penugasan audit tertentu sehingga dapat menerapkan standar.

2.    IIA COSO
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, atau disingkat COSO, adalah suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penggelapan laporan keuangan dan membuat rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut. COSO disponsori dan didanai oleh 5 asosiasi dan lembaga akuntansi profesional: American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), American Accounting Association(AAA), Financial Executives Institute (FEI), The Institute of Internal Auditors (IIA) danThe Institute of Management Accountants (IMA).
Secara garis besar, COSO menghadirkan suatu kerangka kerja yang integral terkait dengan definisi pengendalian intern, komponen-komponennya, dan kriteria pengendalian intern yang dapat dievaluasi. Pengendalian internal terdiri dari 5 komponen yang saling berhubungan. Komponen-komponen tersebut memberikan kerangka kerja yang efektif untuk menjelaskan dan menganalisa sistem pengendalian internal yang diimplementasikan dalam suatu organisasi. Komponen-komponen tersebut, adalah sebagai berikut:
·         Lingkungan pengendalian
·         Penilaian resiko
·         Aktifitas pengendalian
·         Informasi dan komunikasi
·         Pemantauan
·         1799

3.    ISO 1799
ISO / IEC 17799: 2005 menetapkan pedoman dan prinsip umum untuk memulai, menerapkan, memelihara, dan memperbaiki manajemen keamanan informasi dalam sebuah organisasi. Tujuan yang diuraikan memberikan panduan umum mengenai tujuan umum manajemen keamanan informasi yang diterima secara umum. ISO / IEC 17799: 2005 berisi praktik terbaik pengendalian dan pengendalian pengendalian di bidang pengelolaan keamanan informasi berikut:
·         pengorganisasian keamanan informasi.
·         manajemen aset;
·         keamanan sumber daya manusia;
·         keamanan fisik dan lingkungan;
·         komunikasi dan manajemen operasi.
·         kontrol akses.
·         akuisisi sistem informasi, pengembangan dan pemeliharaan;
·         manajemen insiden keamanan informasi;
·         manajemen kontinuitas bisnis;
·         pemenuhan.

Sumber :




Lembaga-lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia


·         Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia (IASII)
Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia (IASII) didirikan pada 20 Mei 2014. Lembaga ini dibentuk oleh beberapa praktisi dari berbagai universitas dan organisasi lainnya dibidang sistem informasi. Lembaga ini memiliki tujuan yaitu untuk menghindari penyimpangan dalam penggunaan sistem informasi yang semakin pesat di Indonesia. IASII bekerja sama dengan beberapa lembaga lain seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Information System Audit and Control Association-Chapter Indonesia (ISACA), Institute of Internal Auditor, Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern.

·         Assessment & Certification (ASACERT)
ASACERT menyediakan layanan assessment dan sertifikasi di berbagai sektor khusus profesional - dengan keahlian dalam, hidrologi, penerbangan, telekomunikasi kekuatan sipil dan industri minyak dan gas. ASACERT memiliki staf teknis khusus untuk tujuan bidang Asuransi, mereka adalah para profesional dengan pengetahuan sektoral khusus dan budaya sehingga dapat membantu dan mendukung perusahaan dalam kegiatan evaluasi asuransi.

·         Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI)
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (disingkat BPK RI) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Menurut UUD 1945, BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (disingkat BPK RI) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Menurut UUD 1945, BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri.

·         Lembaga Pengembangan Auditor Internal (LPAI)
LPAI (Lembaga Pengembangan Auditor Internal) adalah lembaga yang concern terhadap pengembangan SDM bidang audit internal. Sebagai salah satu divisi training dari Proesdeem Indonesia - lembaga konsultan manajemen yang sejak 1995 memfokuskan kegiatannya pada pelatihan manajemen - LPAI menyelenggarakan pelatihan internal audit dan fraud audit secara lengkap, terprogram-berkesinambungan, serta kurikulum berkualitas. Pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI senantiasa dievaluasi dan diupdate - mengacu pada perkembangan pengetahuan dan praktek bisnis paling mutakhir - dimana benchmarknya adalah lembaga-lembaga internal audit dan fraud audit yang sudah dikenal baik reputasinya di dunia.
Selain itu program pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI didukung oleh tenaga instruktur berpengalaman, baik sebagai instruktur maupun sebagai auditor ataupun praktisi manajemen lainnya serta memiliki background pendidikan S2 dan Ph.D. dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar instruktur LPAI adalah praktisi audit yang memiliki sertifikat keahlian atau profesi seperti CIA, CFE, CISA, dan sebagainya.

Sumber: